
Hari Jamu Nasional diperingati setiap tanggal 27 Mei setiap tahunnya. Peringatan ini sudah ke 13 kalinya sejak dicanangkan 2008 lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. Jamu sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, sudah semestinya mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat.
amu atau djamoe merupakan singkatan dari djampi yang berarti doa atau obat dan oesodo (husada) yang berarti kesehatan. Dengan kata lain djamoe berarti doa atau obat untuk meningkatkan kesehatan.
Pengertian jamu dalam Permenkes No.003/Menkes/Per/I/2010 adalah obat tradisional terdiri dari bahan ramuan, bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Berbagai contoh bentuk sediaan cairan obat dalam, cairan obat luar, serbuk, rajangan, tablet dan kapsul
Peningkatan kualitas hidup manusia dapat dicapai dengan upaya meningkatkan kondisi kesehatan, sehingga berpengaruh positif dalam pembangunan bangsa. Untuk mencapai kondisi tubuh yang sehat dibutuhkan daya tahan tubuh yang baik sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit. Salah satu budaya bangsa Indonesia untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, adalah dengan memanfaatkan ramuan tradisional dari tanaman obat asli Indonesia yang lebih dikenal dengan Jamu. Masyarakat Indonesia menggunakan jamu selain sebagai cara untuk mencegah penyakit, juga digunakan untuk pemeliharaan kesehatan, pemulihan, kebugaran tubuh hingga kecantikan.
Perkembangan produk jamu semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi. Para peneliti selalu melakukan penelitian mengenai ramuan jamu dan khasiatnya. Sehingga produk jamu yang dihasilkan terjamin terjamin dan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh ramuan jamu dan khasiatnya antara lain jamu kunyit asem berkhasiat haid, jamu beras kencur berkhasiat mengatasi masuk angin